KOKA. LENGGAK-LENGGOK TEPIAN SELATAN FLORES

img_3886uBagi wisatawan yang melintas dari Lamalera di timur menuju Kepulauan Komodo di ujung barat, Maumere dan sekitarnya hanyalah tempat persinggahan yang dilewati begitu saja. Itu dulu. Seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata di  Flores, khususnya kabupaten Sikka, kini ditemukan surga baru. Terhimpit diantara tebing-tebing terjal dan ganasnya amukan gelombang laut selatan. Koka, si “pantai kembar”. Begitulah orang-orang menyebutnya. Liukan garis pantai dan tebing-tebing semampai siap membuai siapa saja yang datang kepadanya.

Cuaca panas di kota Maumere tak mengurangi niat kami. Hujan di kota kecamatan Paga pun tak sedikit pun mengurangi laju motor kami. Sudah dekat. Syukurlah, saat tiba di pantai Koka hujan tidak turun, hanya awan tipis abu-abu yang melindungi kami dari sengatan matahari Flores, yang sangat terkenal lebih panas dari matahari-matahari lain di Indonesia. Memasuki kawasan pantai Koka, kita akan melewati perkebunan penduduk yang ditanami kelapa dan kakao sepanjang 2 kilometer. Setelah parkir, kami pun berjalan menyusuri pohon reo yang tumbuh berjejer bagai pagar di pinggir pantai. Hari ini  tidak begitu ramai, rupanya kami tepat memilih hari berkunjung. Jika datang kesini pada hari sabtu dan minggu, Koka akan sangat padat pengunjung layaknya pantai-pantai di pulau Bali.

Pantai Koka sangat terkenal dengan bukit kecil yang menjorok ke laut, yang membagi pantai ini menjadi dua bagian setengah lingkaran. Jika dipandang dari puncak bukit pantai ini seperti dua orang saudara kembar. Ya, puncak bukit itulah tujuan utama kami, apalagi teman saya Edo yang berasal dari Bali dan Aris yang sudah lama merantau ke Jogja. Mereka baru  pertama kali ke sini. Sebelum mendaki bukit, saya memberitahukan kedatangan kami kepada Om Woga. Beliau beserta istri dan anak-anaknya adalah satu-satunya keluarga yang bermukim di kawasan pantai Koka ini. “Nanti cari dulu orang yang jaga tangga baru naik”, pesan beliau sebelum kami menuju bukit.

Ya, sekarang untuk naik ke bukit sudah dibuatkan tangga yang di sokong batangan bambu bulat dan persambungannya diikat dengan semacam tali-tali jemuran berdiameter besar. Anakan tangganya dibuat dari bilah-bilah bambu dan tumpukan karung berpasir. Sebelum naik, di sisi kanan tangga terdapat makam yang menurut cerita adalah leluhur dari “tuan tanah” pantai Koka. Setelah membayar kepada penjaga tangga, kami pun segera menapaki tangga baru tersebut.

img_3953u
 Saya merasa beruntung karena saat pertama kali datang ke sini belum ada tangga bambu. Bagaimana rasanya harus memanjat tebing batu ini untuk sampai diatas adalah sensasi yang luar biasa. Sedikit kecewa karena tangga bambu ini mengurangi gejolak adrenalin saya, tapi harus saya terima untuk alasan keselamatan pengunjung.

 Setelah melewati tangga dan berjalan menuju puncak bukit, teman-teman saya mulai berteriak. Jelas saja, Koka menjawab niat kami. Puncak bukit dengan padang rumput hijau kekuningan beralaskan hijau tosca laut pantai selatan, dibingkai lekukan-lekukan magis pantai berpasir putih dan bertiangkan bukit-bukit hijau di seberang membuat setiap orang berdecak kagum. Teriakan-teriakan melengking sebagai tanda kepuasan terdengar bersahutan dari beberapa pengunjung lain. Breathtaking.  Harus saya akui, pemandangan dari sini sangat melegahkan kemana pun arah sapuan mata. Menyusuri garis-garis pantai dengan mata layaknya melihat seorang putri yang sedang belenggak-lenggok dengan anggunnya.

Dari sini, utara dan selatan menghadirkan cerita tentang gunung dan laut yang tiada habisnya. Di sisi utara, pantai kembar berpasir putih ini dihiasi bukit hijau yang digunakan penduduk untuk berkebun. Di sisi selatan tepian laut hijau tosca bertemu dengan birunya laut Sawu menciptakan gradasi yang membuat saya berdecak kagum. Perahu-perahu nelayan yang sedang diparkir ditengah laut seperti sedang menari-nari disapu angin dan riak air. Ingin rasanya saya berada disana. Begitu pula dengan titik-titik lain yang bisa saya lihat dari puncak bukit.

Di sisi kanan bukit, pantai berpasir putih begitu luas. Sisi pantai ini agak terbuka menghadap laut lepas membuat ombak sedikit lebih besar. Waktu yang tepat untuk menikmati lautnya adalah saat air sedang “pasang naik”. Saat itu air laut memenuhi pantai berpasir sehingga kita bisa lebih nyaman untuk berendam menikmati air laut yang jernih dengan pasir putih di dasarnya. Di sisi ini, hanya duduk ataupun berjalan santai menyusuri lekuk pantai menghadirkan ketenangan yang luar biasa. Air lautnya yang jernih. Ombaknya bergulung perlahan, kemudian pecah menghamburkan buih putih nan luas layaknya padang salju. Ini sisi pantai favorit saya untuk duduk dan menenangkan pikiran. Mengelilingi beberapa pantai di kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata, belum ada yang bisa menggantikan suasana sisi kanan pantai Koka ini.

 Sisi kiri seakan tak mau kalah. Sedikit terlindungi dengan deretan batu hitam di tengah laut, pantai panjang dengan pasir putih ini lebih aman untuk berendam. Pada hari sabtu dan minggu selalu ramai dipadati kelompok anak-anak yang berlibur, entah ditemani para orang tua ataupun dari sekolah-sekolah di kota Maumere dan sekitarnya. Akan sangat beruntung jika datang disaat akan terjadi “pasang naik”, kita bisa menikmati tiang air yang muncul dengan ketinggian mencapai 8 meter tepat di bawah bukit di sisi kiri. Ini disebabkan oleh arus dan gelombang air laut yang menghantam batuan penghalang saat akan mencapai bibir pantai. Air laut akan menyembur tinggi itu kemudian jatuh berhamburan membasahi siapa saja yang berdiri diatas deretan batu. Sensasi yang luar biasa kawan. Saya sudah pernah mencobanya dan diabadikan oleh salah seorang teman saya  dengan kamera ponselnya saat pertama kali kami ke pantai ini.

  Akhirnya setelah puas dengan pemandangan dari atas puncak bukit, saya pun mengajak teman-teman untuk turun. Apa yang sudah kami nikmati dengan mata dari atas sini harus segera kami nikmati dengan kulit telanjang kami. Gesekan-gesekan pasir putih yang menempel di lengan. Dinginnya laut hijau tosca, deburan putih ombak yang menghempas dada, berlarian diatas hamparan pasir putihnya yang landai, dan membenamkan kaki dalam-dalam di hangatnya pasir putihnya yang lembut.

_dsc0399uSaat turun kami menyusuri 2 sisi pantai tersebut, kami harus mencicipi semua sudut pantai ini sebelum pulang. Jika beruntung kita akan bertemu nelayan yang baru pulang membawa hasil tangkapan dari laut. Kita bisa membelinya untuk dibawa pulang atau sedikit menunda waktu  pulang karena kita harus membuat api.  Daging ikan-ikan di perairan Flores terkenal sangat enak karena lautnya belum tercemar, apalagi dinikmati dipinggir pantai bersama teman-teman. Hari itu kami kurang beruntung seperti kunjungan saya sebelumnya, saat ikan merah dengan panjang 70cm berhasil kami dapatkan dari nelayan. Walaupun sudah 5 kali saya kesini, saya tidak pernah menolak ajakan untuk kembali ke pantai ini.

Maumere terletak di pantai utara  sedangkan pantai Koka terletak di selatan pulau Flores, dalam wilayah administrasi kabupaten Sikka. Jika dilihat di peta, wilayah kabupaten Sikka adalah sisi lebar paling sempit di pulau Flores. Lebar dari pantai utara ke pantai selatan hanya sekitar belasan kilometer. Tapi di Flores, selalu, jarak tempuh tak seindah waktu tempuh. Lenggak-Lenggok aspal jalan raya akan menyeret anda menyusuri pulau. Membuat anda bertanya-tanya, kapan sampai?. Pertanyaan itu berulang, menumpuk dan memicu rasa penasaran berbagi sedikit keraguan. Apakah yang saya tuju sepadan dengan waktu yang saya berikan?. Saat rasa itu memuncak di ubun-ubun, Pantai  Koka dengan lenggak-lenggoknya nan magis akan membayar lunas perpaduan rasa penasaran dan keraguan. Konon, pulau ini bernama “Nusa Nipa”, yang dalam bahasa Indonesia berarti Pulau Ular, jauh sebelum portugis membubuhkan nama Flores pada tanah ini. Ah, seandainya saya yang menemukan pulau ini, pasti saya namai tanah ini, Pulau Putri.

 

Teks & Foto : Bernard (Maumere – Flores Field Manager)

RENCANAKAN PERJALANANMU KE FLORES DAN SEKITARNYA BERSAMA PANORAMA AEROWISATA TOUR N TRAVEL. 

PANORAMA AEROWISATA OFFICE

Maumere                : Jln.Wairklau (Depan RS.TC. Hillers maumere)

                                       0382 2400480 | 0821 4727 1989 | 0823 4064 2439 (Adhel-Administrator)

Bogor                         : Jln.KH.Sholeh Iskandar-Perum Taman sari Persada                                                                                                   Blok C1 No.2 (Head Office)

Jakarta                    : Sunter Terrace-Kompleks Sunter Mall-Jakarta

Singapore               : Jl.Membina 25A #18, Tiong Bahru-Singapore

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *